Rabu, 10 Juli 2013

Menghitung Panjang Pipa Kapiler

Pipa Kapiler
Pipa kapiler ini hampir digunakan dalam system refrigerasi yang berukuran kecil, dan penggunaannya meluas hingga pada kapasitas refrigerasi 10 kW. Untuk ukuran, pada umumnya pipa kapiler ini mempunyai panjang 1 hingga 6 m dengan diameter dalam 0.5 hingga 5 mm. namun untuk ukuran kombinasi panjang dengan diameter ini dapat dipilih sesuai kebutuhan dan sesuai dengan pemilihan kompresor yang akan digunakan dalam sistem refrigerasi. Cairan refrigeran akan masuk mengalir melalui pipa kecil ini. Karena ukuran diameternya yang lebih kecil dibandingkan pipa dari kondenser, hal ini menyebabkan penurunan tekanan akibat dari penyempitan aliran sehingga terjadi gesekan dan percepatan aliran refrigerant didalam pipa kapiler ini. Penurunan tekanan yang tiba-tiba ini menyebabkan sejumlah cairan refrigerant yang mengalir dalam pipa kapiler berubah menjadi uap.
            Dalam keadaan di lapangan, pipa kapiler harus di desain dengan sebaik mungkin dengan memenuhi batasan-batasan yang diperlukan. Dalam pemilihannya, banyak kombinasi panjang dengan diameter pipa kapiler ini. Sekali pipa kapiler terpasang dalam sistem, maka pipa kapiler ini sudah tidak dapat di atur dan di ubah lagi untuk mengatasi perubahan tekanan hisap dan buang atau beban.

Pemilihan pipa kapiler
            Perancangan suatu unit sistem refrigerasi baru yang menggunakan pipa kapiler harus memilih diameter dan panjang pipa yang sesuai, sehingga kompresor dan pipa kapiler mempunyai suatu titik keseimbangan pada suhu evaporator yang diinginkan

Perhitungan analisis penurunan tekanan di dalam pipa kapiler
            Persamaan-persamaan yang akan dipakai menggunakan notasi-notasi sebagai berikut.
A   = Luas penampang pipa bagian dalam, m2
D   = diameter dalam pipa, m
f     = faktor gesekan
h    = enthalphy, kJ/kg
hg   = enthalpy uap jenuh, kJ/kg
hf   = enthalpy cairan jenuh, kJ/kg
ΔL = panjang pipa, m
p    = tekanan, Pa
Re = bilangan reynold 
v    = volume spesifik, m3/kg
vf   = volume spesifik cairan jenuh, m3/kg
vg   = volume spesifik uap jenuh, m3/kg
V   = kecepatan refrigerant, m/s
ṁ   = mass flow, kg/s
µ    = viskositas,
µf   = viskositas cairan jenuh,
µg   = viskositas uap jenuh,


Persamaan yang digunakan adalah dari persamaan konservasi massa, konservasi energi, dan konservasi momentum.
Persamaan konservasi massa merumuskan bahwa

 …….. (1)1
Dan w/A bernilai konstan untuk keseluruhan panjang pipa kapiler
Rumusan tentang konservasi energi adalah


…….. (2)1

Dengan anggapan bahwa perpindahan kalor ke dalam dan ke luar pipa diabaikan. Persamaan konversi energi ini digunakan untuk mendapatkan fraksi uap dalam campuran.
Persamaan momentum menyatakan bahwa perbedaan gaya-gaya yang bekerja pada elemen, yang disebabkan oleh pengurangan kecepatan (drag), dan perbedaan tekanan pada ujung-ujung elemen, sama dengan yang diperlukan untuk mempercepat fluida.

Pada saat refrigran mengalir melalui pipa kapiler, tekanan dan suhu jenuhnya turun secara bertahap, dan fraksi uap naik  secara kontinu di setiap titik.


…….(5)1

Dengan kecepatan rata-rata sebagai berikut.


…….. (6)1

Persamaan untuk faktor gesekan f adalah




…….. (7)2

Viskositas untuk refrigerant dua-fasa pada suatu posisi tertentu di dalam pipa adalah fungsi dari fraksi uap,




…..8)1

Dengan faktor gesekan rata-rata sebagai berikut.
…….. (9)1

Perhitungan pertambahan panjang pipa
            Perhitungan panjang ini dilakukan untuk menentukan panjang ruas ipa kapiler untuk menurunkan temperatur refrigeran hingga mencapi temperatur tertentu yang diinginkan.
Dengan menggabungkan persamaan kontinuitas dan persamaan energi



…….. (10)1

Dengan mensubtitusikan persamaan 4 dan 5



…….. (11)1

Nilai  bisa kita cari dengan menggunakan penyelesaian persamaan kuadrat



…….. (12)1

Dengan :


…….. (13)1


…….. (14)1


…….. (15)1


Setelah didapat nilai , maka nilai , , ,  bisa didapat. dan nilai  , sehingga untuk mencari nilai panjang ruas antar titik 1-2 dengan menggunakan persamaan





Referensi:

[1]       Arora, C.P. Refrigerating and Air Conditioning. Tata McGraw Hill
[2]        Wilbert F.Stoecker, Jerold W. Jones, “Refrigerasi dan Pengkondisian Udara”, terj. Supratman Hara, ed. Ke-2

Senin, 11 Maret 2013

just quote

"belajar merangkak, berdiri, berjalan, lalu berlari. seketika lupa untuk belajar memapah dan menuntun, terlebih belajar membimbing" - Danur Qahari


mencoba untuk memaknai hidup yang di jalani. tidak hanya untuk kepentingan pribadi. tidak hanya untuk kepentingan duniawi. manusia sebagai makhluk sosial, yang membutuhkan orang lain. namun tingkat ke-egoisan manusia yang masih tergolong tinggi untuk memikirkan sekitarnya. tanpa berfikir tentang apa yang dia "dapat". adakah di sekeliling anda yang berfikir "apa yang dapat saya berikan" untuk alam, untuk lingkungan, untuk sesama. manusia yang bisa berbagi, ya berbagi dalam arti yang bisa dan pantas untuk di bagi. pemikiran tentang "apa yang bisa saya dapat" ini lah yang sebenarnya yang memicu ke-egoisan dan perselisihan diantara manusia.

ada? atau tidak? jawabannya "banyak" yang masih berfikir "apa yang bisa saya dapat dari anda". yang menunjukkan tingkat konsumtif kita yang masih tinggi. lain hal jika orang berfikir "apa yang bisa saya berikan untuk anda", yang difikirkan oleh para produsen. yang menunjukkan pemikir untuk memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkannya. meskipun masih memikirkan tentang timbal balik dari semua yang dia berikan. tapi, setidaknya tidak hanya memikirkan tentang "apa yang bisa saya dapat".

itulah yang saya tangkap dari kehidupan saat ini.

tidak lama setelah menulis kata-kata itu, tidak sengaja salah satu kawan saya membagi sebuah foto di facebook yang berisikan cerita yang nyata. cerita yang bisa dikatakan sangat sesuai dengan apa yang baru saja saya ucapkan.
berikut saya lampirkan alamat url dari foto dengan cerita yang saya maksudkan.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=523862484321321&set=a.470120273028876.110185.462982233742680&type=1&ref=nf 

sebenarnya masih banyak cerita di dunia ini yang menunjukkan bahwa sebenarnya ke-egoisan kita lah yang membuat kita lupa akan kehidupan seseorang yang membutuhkan uluran tangan kita. dan ke-egoisan si penerima bantuan pula yang enggan untuk berusaha bangkit dan hanya berharap datangnya bantuan terus menerus. untuk itulah, perlunya "belajar memapah, menuntun, membimbing dan memandu" lain dengan "menggendong".

Minggu, 13 Januari 2013

cerita dan asa

sebuah cerita sebuah realita
sebuah cinta dan sebuah asa
hidup yang menjauh seiring waktu
seolah membeku merasuki kalbu

gelapnya malam yang menyelimuti
tanpa pelita yang menyinari hati
berjalan tegap terus menelusuri
bersigap siap untuk dapat berdiri

hai ! Dunia
aku disini akan terus terjaga
untuk menjaga sebuah cinta
dan menjaga sebuah asa

hai ! Kau sang Pelita hati
hendak kemana engkau pergi
disini diriku hanya seorang diri
menjaga cinta yang takkan mati

sebuah pilihan menghampiri
yang takkan dapat untuk ku hindari
pilihan untuk hidup dan mati..
teruntuk kau sang pelita hati