Kamis, 13 September 2012

Deflection

.....

contoh soal :

sebuah kantiliver beam yang mempunyai massa 12 kg. dengan panjang 2 m, dengan luas penampang 4 cm x 6 cm. beam terbuat dari material aluminium 6061. berapakah defleksi yang terjadi pada beam?


Rumus :



Data :
ρ = 2.7 g/cc
Ε = 68.9 Gpa (6.89 x 1010 Pa)
L = 2 m
b = 6 cm (0.06 m)
h = 4 cm (0.04 m)
m = 12 kg
W = 118.44 N

Penyelesaian.
Moment inersia yang terjadi













Defleksi yang terjadi




jadi defleksi yang terjadi pada beam aluminium sebesar 7.46 x 10-5 m

referensi :
  1. Hamrock, Bernard J.. "Funamental of Machine Elements". McGraw-Hill. US. 1999
  2. www.engineeringtoolbox.com
  3. http://asm.matweb.com/search/SpecificMaterial.asp?bassnum=MA6061t6


Jumat, 07 September 2012

Finite Element Method (Introuction)

Finite Element ? Makhluk apaan sih itu??

Finite Element Method, adalah sebuah metode analisis sistem mekanikal struktur dari material dengan menggunakan algoritma numerik untuk menganalisa momen - momen gaya pada model dari suatu sistem kerja / struktur yang telah di modelkan menjadi sebuah gambar CAD (Computer Aid Drawing). Sebenarnya, banyak sekali fenomena - fenomena fisika yang terjadi pada sebuah struktur mekanikal yang dapat dimodelkan dengan persamaan - persamaan diferensial parsial. Namun begitu banyak fenomena yang tidak dapat diselesaikan dengan metode analitikal, yaitu dengan penyelesaian persamaan dieferensial parsial. Dengan FEM kita dapat memperkirakan hasil dari persamaan - persamaan partial differentiatial dengan metode numerik, dengan bantuan software, perangkat komputer.

Dalam praktiknya Finite Element terdiri dari 3 langkah kerja, yaitu :
  1. Preproccesing
  2. Analysis
  3. Postproccesing
Preproccesing adalah langkah dimana pengguna metode ini memangun sebuah konstruksi material dengan komputer (CAD) dimana bagian - bagian dari konstruksi yang akan di analisis menggunakan metode ini di sebut "element" dan terhubung dengan titik - titik tertentu ("nodes").


Analysis adalah dimana prosesor mengkoding data-data input dengan algoritm numerik untuk mencari penyelesaian dari PDE (Partial Differential Equation) dari model dimana FEM akan membuat dan menyelesaikan persamaan aljabar linear dan nonlinear.

Postproccesing adalah langkah dimana FEM menampilkan nilai-nilai hasil analisanya melalui visualisasi grafik, yang biasa direpresentatifkan melaui gradien warna dimana setiap warna memiliki nilai-nilai tertentu



...... (writing)


Referensi :
  1. Artikel "Finite Element Analysis" oleh : David Roylance, Department of Materials Science and Engineering. Massachusetts Institute of Technology. Cambridge, MA 02139. February 28, 2001
  2. File Presentasi "Finite Element Method". oleh : Georges CAILLETAUD & Saber EL AREM 

Rabu, 05 September 2012

CFD (Computational Fuid Dynamics)

CFD, Computational Fluid Dynamics.. apa sih itu?

Computational Fluid Dynamics atau yang biasa disebut CFD adalah sebuah metode sistem analisis yang dalam penggunaan aplikasinya didasari oleh ilmu aliran fuida, perpindahan panas dan melibatkan beberapa fenomena fisika, dan fenomena fisika kimia. CFD menggunakan analisis metode numerik dengan cara komputerisasi dan simulasi komputer. CFD sangat berguna dalam aplikasi engineering karena aplikasinya menjangkau berbagai macam industri maupun non-industri. Pengaplikasian metode CFD biasa digunakan di :
  • Aerodinamika dari pesawat dan kendaraan (gaya angkat "lift" & seret "drag")
  • Hidrodinamika dari kapal (perahu)
  • Pembangkit Daya (power plant: pembakaran di mesin IC dan turbin gas)
  • Kimia Proses (pencampuran dan pemisahan partikel, polymer molding)
  • Meteorologi dalam peramalan cuaca
  • Mesin - Mesin Turbo
  • Alat Pendingin
  • Hidrologi dan Oceanography
  • Building (arah aliran udara, pemanasan dan ventilasi)
  • Teknik Lingkungan (pola distribusi populasi dan dampaknya)
  • Biomedis.
contoh penggunaan CFD untuk simulasi aliran udara pada mobil F-1


Dalam penggunaannya teknik CFD sangat mempermudah dalam membuat simplified atau model simulasi dari fenomena fisika real di kehidupan nyata menjadi sebuah model yang lebih sederhana dan dapat di analisa. CFD terstruktur dari algoritma matematika dengan metode numerik dengan menggunakan perangkat komputer.

Perangkat komputer untuk menjalankan CFD ini pun harus mempunyai grafis card yang baik, serta prosesor yang mendukung. Pada awal masa - masa awal CFD ini di perkenalkan di dunia ilmiah baru digunakan untuk meramalkan kondisi cuaca di sebuah daerah. karena perangkat komputer yang mendukung masih belum tersebar luas di pasaran pada umumnya. Dengan CFD ini badan meteorologi di setiap negara dapat memperkirakan aliran udara di atas wilayahnya dengan parameter velocity (kecepatan) angin, kelembaban udara yang terbawa, RH, dan suhu udara yang mengalir. Dari parameter itulah perhitungan perhitungan yang dilakukan oleh komputer dengan metode algoritma numerik, yang menghasilkan data hasil perhitungan yang kontinu sehingga dapat memperkirakan pola aliran yang terbentuk hingga beberapa waktu kedepannya. Untuk itulah Britania /England pada masa itu (tahun 1987) memperbaiki cara peramalan cuaca wilayahnya dengan membeli perangkat - perangkat komputer untuk menunjang aplikasi CFD ini. CFD ini mulai berkembang di tahun 1950-an yang di lakukan oleh scientist - scientist di masa itu, setelah mulai berkembangnya perangkat - perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

 

Airfoil sendiri yang menjadi pionir adanya CFD ini sudah sejak tahun 1930an, dan dikembangkan oleh grup T3 di Los Alamos National Labs. yang mengembangkan perangkat lunak untuk aliran fluida. Pertama kali dipublikasikannya paper tentang model 2 dimensi dari aliran fluida putaran angin yang di publish pada Juli 1963. lalu pada tahun 1967 pertama kalinya di pblish tentang model 3 dimensi oleh John Hessdan A.M.O. Smith dari Douglas Aircraft.

cara kerja CFD terdiri dari Preprosesing, Prosesor (Solver), dan Posprosesor.

Preprosesing adalah langkah dimana pengguna menginput data-data, baik model (desain gambar dalam CAD), parameter-parameter seperti temperatur, kecepatan aliran, tekanan, jenis dan banyaknya fluida, fase dari fluida, dan jenis aliran.

Prosesor (Solver) adalah saat prosesor bekerja menghitung persamaan yang terbentuk dari parameter-parameter yang di input berdasarkan bentuk dan kondisi model yang akan di anlisis.

Posprosesor adalah saat komputer menampilkan hasil dari analisa langkah Prosesor dengan nilai-nilai dalam bentuk grafis visualisasi yaitu dengan gradien warna, dimana setiap warna merepresentatifkan range nilai tertentu.

..... (writing)

Referensi :
  1. Versteeg, H K & W Malalaseehera. "an Introduction to Computational Fluid Dynamics, The Finite Volume Method". Longman Scientific & Technical, England. 1995
  2. Sayma, Abdulnaser. "Computational Fluid Dynamics". 2009 (from www.bookboon.com)
  3. Shaw, C. T. "Using Computational Fluid Dynamics".

Rabu, 16 Mei 2012

no title

kelamnya malam...
masih bisa menjadi indah dengan hadirnya seberkas sinar bintang bintang dan rembulan...

menghias di gelapnya langit malam...
memberikan warna di hitamnya malam...
menjadikan indah pandangan yang kelam...
menerangi hati, hati yang kelam...

tapi, akankah sinar itu kan terus hadir...
kerinduan hati akankah tersingkir...

hari nan indah,
nuansa nan tentram,
hati nan damai...

hanyalah khayal seorang insan...

kegelapan itu pun ta kunjung usai,
sinar sinar harapan yang kian meredup,
dapatkah semua indah tercapai,
bila hati, hati mulai tertutup