Jumat, 24 Februari 2017

re-post "ANAK YANG CERDAS" ya, KITA SEMUA ANAK YANG CERDAS

_*Semoga dengan membaca ini tidak ada lagi perkataan...."anak dokter kok tdk pinter", "anak dosen kok tdk pinter", anak guru kok tidak pinter"...dll*_
Nih bagus buat para orang tua dan guru
untuk mengetahui kecerdasan anak-anak kita.
Yg tenyata sangat ber-beda2, ga bisa di-banding2kan... Silahkan dibaca :
*MAKNA KECERDASAN?...*
Di papan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa di tepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya.
Lalu saya bercerita, ada 4 anak yg mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu.
*Anak ke 1 :* Dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat
bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh
lengkap dengan persamaan matematika dan fisika.
Lalu psikolog tanya kepada siswa saya? Apakah anak ini cerdas?... dijawab serentak sekelas ... iya ... Dia anak yang cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita ...
*Anak ke 2 :* Dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yang
jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan ke pedagang dan dia bersorak ... yesss ... laku Rp 5.000.
Kembali saya bertanya ke anak-anak dikelas ... apakah anak ini cerdas?...
Anak-anak menjawab iyaa ... Dia anak yg cerdas. Lalu saya lanjutkan cerita...
*Anak ke 3 :* Dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menanyakan, pohon kelapa itu milik siapa? _Ini kelapanya jatuh, mau saya kembalikan kepada yang punya pohon._
Saya bertanya kepada anak-anak ... apakah anak ini cerdas?... anak-anak dengan mantap
menjawab ... iya ... dia anak yang cerdas.
Sayapun melanjutkan cerita ke empat ...
*Anak ke 4 :* Dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia
melihat ada seorang kakek yg tengah kepanasan dan berteduh dipinggir
jalan. _"Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya"._
Lalu saya bertanya ... apakah anak ini, anak yg cerdas? Anak-anak menjawab,
iya ... dia anak yang cerdas.
Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan anak yg cerdas.
Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki *"Kecerdas-unikan-nya".*
Dan mereka ingin dihargai *"Kecerdas-unikan-nya"* tersebut.......
Namun ... yang sering terjadi ... di dunia kita, dunia para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni ?
*"Kecerdasan Anak Pertama, Kecerdasan Akademik"*, Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan UN.
Sedang ...
"Kecerdasan Finansial"* (anak no 2), *"Kecerdasan Karakter"* (anak no 3) dan *"Kecerdasan Sosial"* (anak no 4). Belum ada ruang yg diberikan Negara untuk mengakui kecerdasan mereka.
Anak Anda termasuk nomor berapa?
Saya jadi ingat, dulu sering kami jadikan olok olokan saat SMA, antara anak IPA dan anak IPS, siapa yg sebenarnya cerdas? Bagaimana kira-kira perasaan buat anak IPS? Terkadang terasa diperlakukan jadi siswa yang terpinggirkan.... Duh menyedihkan...๐Ÿ˜ฅ
Anak anda semuanya adalah anak-anak yang cerdas dengan *"Keunikan dan Kecerdasan-nya"* masing-masing... hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.
Mari hargai kecerdasan anak kita masing-masing, dan siapkan mereka dengan *4 kecerdasan* _*(Akademik, Finansial, Karakter, dan Sosial)*_ sebagai pedoman dimana mereka akan mengarungi lautan hidup kelak.

*#Tiap manusia lahir dengan kecerdasan dan keunikan masing-masing#* ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ
Share by *KOMPPAK*
_*Komunitas Pecinta Pendidikan, Anak, dan Keluarga*_
#copasdarigrupsebelah

Senin, 20 Februari 2017

curhat

kadang...

semua yang di alami, hanya membuat patah semangat...

semua yang ada di sekitar tak mendukung apa keinginan hati...

semua yang terjadi, adalah realita yang berlainan dari apa yang diharapkan...



tapi, karna semua itu...

hati kita dilatih untuk menjadi lebih tangguh...
pandangan kita dilatih untuk menjadi lebih luas jangkauannya...
jiwa kita dilatih untuk menjadi lebih dewasa...
pikiran kita dilatih untuk berpikir kritis...

walau butuh proses dan waktu yang relatif tidak cepat...

tapi, seperti sebuah kutipan

"pahlawan boleh salah, gagal dan tertimpa musibah...
tetapi, tidak boleh kalah... tidak boleh menyerah kepada kelemahannya, tantangannya dan keterbatasannya...
dia harus tetap melawan, menembus gelap
untuk menggapai fajar yang lebih cerah nan indah"

malam gelap

kelamnya malam...
masih bisa menjadi indah dengan hadirnya seberkas sinar bintang bintang dan rembulan...

menghias di gelapnya langit malam...
memberikan warna di hitamnya malam...
menjadikan indah pandangan yang kelam...
menerangi hati, hati yang kelam...

tapi, akankah sinar itu kan terus hadir...
kerinduan hati akankah tersingkir...

hari nan indah,
nuansa nan tentram,
hati nan damai...

hanyalah khayal seorang insan...

kegelapan itu pun ta kunjung usai,
sinar sinar harapan yang kian meredup,
dapatkah semua indah tercapai,
bila hati, hati mulai tertutup

name?

hfh

sebuah kata, sebuah kalimat,,
seakan membuat sebuah perjalanan konseptual dari masing masing pemegangnya
huruf demi huruf terangkai, utuk membuat sebuah pasangan demi pasangan yang menyusunnya
indah kah itu??
atau buruk kah itu??

semua rangkaian kata dan kalimat yang menyusun sebuah perjalanan konseptual
tidak selamanya indah
tetapi tidak selamanya pula itu buruk dan kelam

bisa kah kita membuat hidup itu indah??
jawabannya adalah ya.
akan tetapi hal indah apakah yang kita cari??
dan jawaban dari pertanyaan itu tidak akan pernah berakhir

sebuah kata, kalimat yang menyusun, bisa kah membuat bahagia??
tentu saja, akan tetapi juga bisa membuat keterpurukan dalam dirimu

seolah kata kata dan kalimat yang ada itu mencari sebuah kebahagiaan..
oh tidak, tepatnya kebahagiaan...
tetapi pada kenyataannya mereka mencari hal apa saja yang membuat mereka menjadi terpuruk..
sedih..
marah..
dan merasakan betapa sebenarnya hidup ini penuh dengan hal yang tidak menyenangkan...

itulah kenyataan
apakah pernah kita berpikir...

sebagian besar kata kata dan kalimat itu tercipta karena luapan emosi...
entah itu emosi yang buruk ataupun yang baik

dan kembali pada pribadi yang menggerakkannya...

kata yang tercipta, ya
berawal dari sebuah kata...

oh tidak,, awal, semua berawal dari hal terkecil
kata berwal dari sebuah huruf
irama berwal dari sebuah notasi
dan cinta.... berawal dari sebuah yang tidak pernah manusia ketahui

Senin, 07 November 2016

disini?

di sini,
kecelakaan merupakan tontonan yang menarik untuk warga, namun sedikit yg mau menolong, mau nya main hakim sendiri, bakar, pukul, tahan kunci,.

disini,
pengemis adalah pekerjaan yang menjanjikan, pengemis menjadi sebuah PROFESI !!!

disini,
lampu lalu lintas hanya menjadi hiasan di setiap persimpangan.

disini,
yang punya kuasa bertindak tidak memikirkan orang lain.

disini,
yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya.

disini,
keadilan hanya sebatas ucapan belaka.

disini,
banyak yang tak tahu diri., mau menang sendiri.

disini,
dimana hati nurani sudah menjadi barang langka.

disini,
dimana saat bertemu tegur sapa dengan akur, di lain tempat di lain waktu saling membicarakan keburukan.

disini,
penjahat berdasi dengan jas dan pakaian necis.

Kamis, 26 Maret 2015

1, 1, 1

Anda Jago dalam hal berhitung?
Banyak orang yang pandai dalam berhitung, namun tidak banyak orang yang dapat memperhitungkan sesuatu hal. Dalam pelajaran matematika, pasti kalian pernah mempelajari materi tentang "peluang". Ya, materi dalam pelajaran matematika yang paling sering di temui dalam kehidupan nyata. Namun, tetap saja dalam pelajaran itu hanya terjadi pada hal yang bersifat materi atau kebendaan. Misalnya, berapa presentase peluang munculnya angka dadu, terambilnya bola berwarna merah, dengan parameter-parameter yang bersifat kebendaan juga.

Sebenarnya kalau kita tela'ah, kehidupan di dunia ini berdasarkan logika - logika matematika dan ilmu Alam dan juga ilmu pasti. Tapi bukan berarti dia-dia yang bersekolah dengan jurusan Ilmu Pasti (sekarang IPA) adalah orang-orang yang akan bisa memperhitungkan segalanya dan bisa membuat perhitungan yang tepat.

Dalam hal kehidupan sosial, teori perhitungan itu tidak sepenuhnya bisa berlaku. Ada banyak faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam perhitungan. Karena dalam hal kehidupan sosial yang bekerja tidak hanya otak dan logika, namun juga perasaan, hati, rasa empati, toleransi, dan berbagai macam sifat-sifat bukan kebendaan yang ada pada manusia.

Di ilmu pasti, kita dapat menghitung 1+1=2; 2+2=4; 1+1+1+1+ ....+1= ~. tapi dalam kehidupan sosial itu bisa saja menghasilkan hasil perhitungan yang berbeda. contohnya 1+1=3, bila di kaitkan dengan perhitungan matematis, jelas itu tidak mungkin. karena sudah jelas 1+1=2. Namun kita berbicara dalam koridor sosial, dimana 1+1 ≠ 1. seorang pria di tambahkan seorang wanita, 1 tahun kemudian menjadi 3. sebuah teori di pertemukan dengan teori lainnya, menjadi teori baru yang dimana teori-teori yang bertemu itu masih tetap bertahan. Disini jelas 1+1=3.
Seorang yang berniat jahat, bertemu seorang yang baik. Positif bertemu dengan Negatif, bisa jadi menjadi keduanya negatif atau menjadi positif, kemungkinan juga menjadi netral. Diantara semua hasil perhitungan matematis dalam kehidupan sosial, yang paling sulit adalah membuat 1+1=1.

Kenapa? karena pada dasarnya manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling serakah, egois, dan tidak mau kalah. Hal ini terjadi pada faedah dalam kelompok. Ya, membuat pemikiran dan tujuan dari masing-masing anggota menjadi satu visi. 




Senin, 16 Maret 2015

Perbandingan Kekuatan Kaca Polos dengan Tempered

Kaca adalah material yang terdiri dari unsur silika dan beberapa unsur unsur pembentuknya.
Pembuatan Kaca sendiri berawal dari daerah sekitar Mesopotamia, 7000an tahun yang lalu. Benda-benda tersebut terbuat dari kaca yang di temukan bersamaan dengan perhiasan mewah yang terbuat dari logam mulia dan batu berharga (gemstone) (kalau di Indonesia batu akik). Sedangkan kaca sebagai bahan bangunan mulai digunakan setelah kaca lembaran dapat dibuat secara massal di Roma, yaitu sekitar tahun 30 SM - 345 M, dengan teknik yang disebut sebagai teknik tiup. Meskipun kaca lembaran yang dihasilkan berukuran kecil dan dengan mutu yang kurang baik, namun teknik tiup ini tetap dipakai hingga abad XVII.

Baru pada awal abad ke XX, teknik ini mengalami mekanisasi sehingga dapat menghasilkan kaca lembaran yang berukuran lebih besar. Metode berikutnya yang dikembangkan adalah suatu proses dimana cairan kaca yang masih membara ditarik terus menerus dari tungku peleburan melalui sejumlah rol. Kaca lembaran yang dihasilkan dengan metode ini ("Slit Method") memiliki permukaan yang kurang rata dan menyebabkan distorsi terhadap arah pandangan.

Float Process (proses pengambangan) secara prinsip dapat diceritakan sebagai berikut : campuran bahan baku kaca setelah dilebur dalam tungku (melting furnace) pada suhu +- 1.700 derajat Celcius. dialirkan ke dalam bak yang berisi cairan timah dan diambangkan diatas cairan timah tersebut (float bath). pada ujung lain, cairan kaca yang mulai mengental (+- 1.100 derajat Celcius) ditarik keluar dari float bath dan dinginkan secara perlahan dalam terowongan pendingin (annealing lehr) hingga temperatur +- 70 derajat Celcius dan siap dipotong sesuai ukuran yang ditentukan. 

Karena sifat cairan itu sendiri yang selalu memiliki permukaan yang rata, maka kaca yang dihasilkan dengan proses pengambangan (cairan) ini merupakan kaca lembaran dengan mutu tinggi, permukaannya yang rata sejajar dan bebas distorsi. Hasil kaca ini disebut dengan Float Glass

Tempered Glass
Kaca Tempered merupakan kaca yang diperkeras dengan cara memanaskan kaca float biasa hignga mencapai temperatur sekitar 700 derajat Celcius dan kemudian didinginkan mendadak dengan menyemburkan udara secara merata pada dua permukaan kaca. Dari proses ini maka terjadi perubahan fisik kaca yaitu terjadi perubahan gaya tekan dan gaya tarik pada kaca, tetapi secara visual tidak terjadi perubahan.

Karakteristik Umum dari kaca tempered ini memiliki kekuatan mampu mencapai 3 s/d 5 kali lipat dari kekuatan kaca biasa terhadap beban angin, tekanan air, benturan dan sebagainya dengan ketebalan kaca yang sama. Kaca tempered ini juga tahan terhada perubahan temperatur yang tinggi dan cepat (thermal shock) maka kaca tempered ini memiliki kemampuan 3 kali lebih besar dari kemampua kaca float biasa. Dan jika pecah, pecahan kaca tempered ini berbentuk kecil-kecil dan tumpul, sehingga sangat aman bagi manusia.

Kaca tempered ini biasanya digunakan sebagai Pintu Frameless (pintu tanpa rangka), dinding kaca bangunan dengan tingkat keamanan yang tinggi, furniture dan dekorasi, kaca jendela kendaraan bermotor, dan penggunaan lainnya yang memerlukan kaca dengan kekuatan khusus.

Akan tetapi karena kaca tempered ini memiliki keseimbangan yang baik sekali antara tegangan tekan dengan tegangan tariknya, maka kaca tempered ini TIDAK BOLEH DIGANGGU OLEH PROSES LANJUT. yang artinya setelah kaca mengalami proses tempered, kaca ini sudah tidak dapat diproses lebih lanjut lagi. Seperti proses Pemotongan, Gosok, bevel, bor, coak, dan lain-lain. Oleh karena itu sebelum kaca memasuki proses tempered, SEMUA UKURAN, BENTUK, POSISI LUBANG COAK, GOSOK, dan proses lainnya HARUS SUDAH DITENTUKAN DENGAN PASTI DAN TIDAK ADA PERUBAHAN.



Rabu, 26 November 2014

AMANAH TIDAK PERNAH SALAH MEMILIH PUNDAK

Pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya kita bukanlah orang yang tepat dalam suatu posisi tertentu? Atau pernahkah kita menargetkan suatu hal, akan tetapi akhirnya kita menempati posisi yang lain? Atau mungkin ketika kita tiba-tiba berada dalam suatu posisi yang sama sekali tidak pernah kita bayangkan dan inginkan sama sekali?
Banyak hal yang terjadi di luar dari rencana dan target awal yang telah kita tentukan, bahkan mungkin bisa dibilang tidak masuk ke dalam logika sederhana kita. Ketidakpercayaan diri dan keraguan adalah hal pertama yang langsung menari dalam pikiran para calon penerima amanah. Tak jarang keraguan dalam diri menenggelamkan rasionalitas berpikir dalam mengambil keputusan.
Namun apakah keraguan ini benar adanya ataukah hanya pembelaan diri atas ketidakmauan kita untuk memikul sebuah amanah yang tidak kita inginkan? Tentunya kita akan memiliki sejuta alasan untuk menolak dan menyatakan tidak pada amanah yang diberikan kepada kita ketika kita merasa ragu dan tidak yakin terhadap kesanggupan diri kita, tetapi mungkin kita harus merenungkan kembali terkait dengan hakikat diberikannya suatu amanah.
Sejatinya Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan dari hamba-Nya, termasuk amanah yang diberikan kepada kita. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik di mata Tuhan, dan begitu pula sebaliknya. Kita mungkin mengetahui kemampuan diri kita sendiri, akan tetapi bukankah Tuhan Maha Mengetahui?
Maka ketika mendapatkan suatu amanah, ingatlah bahwa yang memberikan amanah itu bukanlah kerabat kita ataupun atasan kita, melainkan Tuhan yang mengetahui segalanya, yang mengetahui bahwa diri ini sebenarnya telah siap, yang mengetahui bahwa kapasitas kita telah mumpuni, dan mengetahui bahwa kelak amanah ini akan dapat dilaksanakan dengan baik di tangan kita.
Prinsipnya ialah jangan pernah meminta amanah, biarkan ia mencari tuannya sendiri, mencari orang yang paling tepat untuknya dirinya bertamu, mencari pemuda-pemuda pemberani yang akan membawanya ke puncak kemenangan, karena amanah tidak akan pernah salah memilih orang yang akan memikulnya.
Ketika amanah bertamu, maka mantapkanlah diri ini, persiapkan dengan sebaik mungkin, dan luruskan niat hanya untuk mencapai ridha-Nya. Mungkin awalnya kita akan takut dan banyak memiliki prasangka negatif ke depannya akan seperti apa, akan tetapi diam, mengeluh, dan tidak bergerak, bukanlah solusi, lakukan saja yang terbaik maka kita akan mendapatkan hasil yang terbaik.
Biarkanlah amanah ini nyaman berada dalam diri kita, perlakukanlah ia dengan baik layaknya seorang tuan rumah yang melayani tamunya hingga akhirnya amanah ini pun pergi dengan rasa kebahagiaan karena kita telah memperlakukannya dengan sebaik mungkin meskipun dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/12/25/43781/ketika-amanah-bertamu/#ixzz2oTROGaHO 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Senin, 20 Januari 2014

catatan kecil seorang pria

dulu, iya dulu... kita semua punya sebuah mimpi yang sangat ingin kita capai..
impian itu pun datangnya dari perkenalan nalar manusia dengan sesuatu yang dianggapnya sebuah yang "ini saya banget"
awalnya.. iya awalnya.. semua rencana tersusun rapi.... perhitungan demi perhitungan pun di buat demi menggapai impian itu..
namun, hari demi hari yang dilalui., jutaan godaan yang datang menghampiri.. impian itu pun mulai mengalami pergeseran. yang awalnya A, bergeser menjadi A0, A1, A2.. sampai mengurut ukuran kertas HVS..
A itu belum mempunyai spesifikasi yang jelas.. bergeser lah dia menjadi A0 yang masih luas.. terus bergeser sampai sempit.
tapi apa impian manusia itu hanya satu? saya rasa tidak.
kalau hanya satu, ketika impian itu tercapai, hendak apalagi dia?

dulu, waktu masih di sekolah kanak kanak, sebut saja TK, Ti,Key... Tiati Key.. *lupakan
dulu waktu TK pernah di tanya sama ibu guru nya.,..
Ibu Guru : "nanti kalau sudah besar mau jadi apa?"
si anak : "jadi ultrameenn..!!!"
Ibu Guru : "kenapa mau jadi ultramen?"
si anak : "biar bisa menghajar monster monster.. monster ubur-ubur..!!"


ada lagi yang dari sebuah lagu si susan, sama kak ria...
susan kalo udah gede, mau jadi apa.. mau jadi dokter biar bisa nyuntik orang lewat, njuss njuss..


ya, impian seorang anak kecil, masih terpengaruh dari apa yang dia lihat, apa yang dia tonton.. dan apa yang di anggapnya merupakan yang "wah" "hebat"

ketika sudah di SD.. santai dulu...
mulai mengerti apa yang namanya profesi.. dikenalkannya oleh bapak ibu guru.. 

ada yang mau jadi ini.. itu..
jadi ini, lihat itu lebih menarik, mau jadi itu..
jadi itu, lihat ini lebih menarik, mau jadi ini..
jadi, mau nya jadi apa?

ya begitulah masa masa dulu.. di saat handphone masih sebesar batu bata, yang antenanya bisa buat tongkat jemuran.

Minggu, 22 Desember 2013

none

semua orang pada hakikatnya sama, tiada perbedaan diantara mereka.

lahir kecil, anak anak, meranjak remaja... dan dewasa. lalu kembali

kepribadian yang nampak, seolah mutlak kepribadian.

tingkah seolah mencerminkan semua.

keadaan yang membias, aroma yang membaur tiada membuat beda.

menjaga sikap seolah mengerti akan yang tidak di inginkan.

enggan...
ragu, dengan apa yang diyakini.

tiada pasak yang kokoh untuk menopang.

tapi itulah hidup, karna jika hidup tanpa masalah,
hidup tanpa perbedaan,
serupa dengan membuat lagu hanya dengan 1 buah not nada. tiada indah alunannya...

Rabu, 10 Juli 2013

Menghitung Panjang Pipa Kapiler

Pipa Kapiler
Pipa kapiler ini hampir digunakan dalam system refrigerasi yang berukuran kecil, dan penggunaannya meluas hingga pada kapasitas refrigerasi 10 kW. Untuk ukuran, pada umumnya pipa kapiler ini mempunyai panjang 1 hingga 6 m dengan diameter dalam 0.5 hingga 5 mm. namun untuk ukuran kombinasi panjang dengan diameter ini dapat dipilih sesuai kebutuhan dan sesuai dengan pemilihan kompresor yang akan digunakan dalam sistem refrigerasi. Cairan refrigeran akan masuk mengalir melalui pipa kecil ini. Karena ukuran diameternya yang lebih kecil dibandingkan pipa dari kondenser, hal ini menyebabkan penurunan tekanan akibat dari penyempitan aliran sehingga terjadi gesekan dan percepatan aliran refrigerant didalam pipa kapiler ini. Penurunan tekanan yang tiba-tiba ini menyebabkan sejumlah cairan refrigerant yang mengalir dalam pipa kapiler berubah menjadi uap.
            Dalam keadaan di lapangan, pipa kapiler harus di desain dengan sebaik mungkin dengan memenuhi batasan-batasan yang diperlukan. Dalam pemilihannya, banyak kombinasi panjang dengan diameter pipa kapiler ini. Sekali pipa kapiler terpasang dalam sistem, maka pipa kapiler ini sudah tidak dapat di atur dan di ubah lagi untuk mengatasi perubahan tekanan hisap dan buang atau beban.

Pemilihan pipa kapiler
            Perancangan suatu unit sistem refrigerasi baru yang menggunakan pipa kapiler harus memilih diameter dan panjang pipa yang sesuai, sehingga kompresor dan pipa kapiler mempunyai suatu titik keseimbangan pada suhu evaporator yang diinginkan

Perhitungan analisis penurunan tekanan di dalam pipa kapiler
            Persamaan-persamaan yang akan dipakai menggunakan notasi-notasi sebagai berikut.
A   = Luas penampang pipa bagian dalam, m2
D   = diameter dalam pipa, m
f     = faktor gesekan
h    = enthalphy, kJ/kg
hg   = enthalpy uap jenuh, kJ/kg
hf   = enthalpy cairan jenuh, kJ/kg
ฮ”L = panjang pipa, m
p    = tekanan, Pa
Re = bilangan reynold 
v    = volume spesifik, m3/kg
vf   = volume spesifik cairan jenuh, m3/kg
vg   = volume spesifik uap jenuh, m3/kg
V   = kecepatan refrigerant, m/s
แน   = mass flow, kg/s
ยต    = viskositas,
ยตf   = viskositas cairan jenuh,
ยตg   = viskositas uap jenuh,


Persamaan yang digunakan adalah dari persamaan konservasi massa, konservasi energi, dan konservasi momentum.
Persamaan konservasi massa merumuskan bahwa

 …….. (1)1
Dan w/A bernilai konstan untuk keseluruhan panjang pipa kapiler
Rumusan tentang konservasi energi adalah


…….. (2)1

Dengan anggapan bahwa perpindahan kalor ke dalam dan ke luar pipa diabaikan. Persamaan konversi energi ini digunakan untuk mendapatkan fraksi uap dalam campuran.
Persamaan momentum menyatakan bahwa perbedaan gaya-gaya yang bekerja pada elemen, yang disebabkan oleh pengurangan kecepatan (drag), dan perbedaan tekanan pada ujung-ujung elemen, sama dengan yang diperlukan untuk mempercepat fluida.

Pada saat refrigran mengalir melalui pipa kapiler, tekanan dan suhu jenuhnya turun secara bertahap, dan fraksi uap naik  secara kontinu di setiap titik.


…….(5)1

Dengan kecepatan rata-rata sebagai berikut.


…….. (6)1

Persamaan untuk faktor gesekan f adalah




…….. (7)2

Viskositas untuk refrigerant dua-fasa pada suatu posisi tertentu di dalam pipa adalah fungsi dari fraksi uap,




…..8)1

Dengan faktor gesekan rata-rata sebagai berikut.
…….. (9)1

Perhitungan pertambahan panjang pipa
            Perhitungan panjang ini dilakukan untuk menentukan panjang ruas ipa kapiler untuk menurunkan temperatur refrigeran hingga mencapi temperatur tertentu yang diinginkan.
Dengan menggabungkan persamaan kontinuitas dan persamaan energi



…….. (10)1

Dengan mensubtitusikan persamaan 4 dan 5



…….. (11)1

Nilai  bisa kita cari dengan menggunakan penyelesaian persamaan kuadrat



…….. (12)1

Dengan :


…….. (13)1


…….. (14)1


…….. (15)1


Setelah didapat nilai , maka nilai , , ,  bisa didapat. dan nilai  , sehingga untuk mencari nilai panjang ruas antar titik 1-2 dengan menggunakan persamaan





Referensi:

[1]       Arora, C.P. Refrigerating and Air Conditioning. Tata McGraw Hill
[2]        Wilbert F.Stoecker, Jerold W. Jones, “Refrigerasi dan Pengkondisian Udara”, terj. Supratman Hara, ed. Ke-2